TEORI PENDUKUNG ARSITEKTUR TELEMATIKA:
Definisi Telematika
Berasal dari bahasa Perancis
:"Telematique" (dipopulerkan pertama kali pada tahun 1978 oleh Simon
Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L'Information De La Societe)
-Istilah telematika merujuk pada
perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan
informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi
telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan digital atau
the net oleh MK. Hukum Telematika FH UI.
-Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan
dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, Teknologi Telematika merupakan
singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan Informatika. Senada dengan
pendapat pemerintah, TELEMATIKA diartikan sebagai singkatan dari TELE =
telekomunikasi, MA = multimedia, dan TIKA = informasika.
Perkembangan Telematika
Pada zaman dahulu, Telematika belum
berkembang sangat pesat dinegara Indonesia, Indonesia termasuk dalam Negara
tertinggal, tapi dengan seiring perkembangan zaman Indonesia mengalami kemajuan
yang sangat pesat, karena telah banyak bermuculan produk-produk IT yang lebih
kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda dan muktahir.
Misalnya teknologi perakitan prosessor yang sudah bisa memfrabikasi hingga
ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih
kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya dan sedangkan
teknologi mukthir adalah teknologi automobile systems yang menggabungkan Global
Positioning System (GPS) dan komunikasi nirkabel lainnya untuk mengetahui
lokasi jalan, dan sekarang ini yang sedang populer juga banyak dicari dan
digunakan oleh masyarakat yaitu smartphone, dan juga tablet PC. Smartphone ini merupakan
telepon selular dengan system operasi didalamnya adalah android. Dengan
kecanggihan smartphone ini aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan atau hanya
bisa digunakan didalam Komputer itu bisa digunakan didalam smartphone ini.
Tablet pc, ini merupakan komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar
sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer
mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse
komputer.
Jadi pengertian Telematika sendiri lebih
mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam
sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial
up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem
telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu
bentuk telematika.
Contoh Tenologi Telematika:
-Bidang Komunikasi
Pager yaitu alat telekomunikasi pribadi
untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Radio panggil numerik satu arah
hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja.
Handphone yang kita gunakan adalah salah
satu contoh dari teknologi telematika dibidang komunikasi. Karena merupakan
suatu sarana berkomunikasi dengan menggunakan media elektromagnetik untuk
mengirimkan atau menerima suatu informasi dari satu pihak ke pihak yang
lainnya.
Smartphone adalah telepon selular yang
mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai
komputer. System operasi yang digunakan adalah android, dan android itu sendiri
adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux yang
menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi
mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak
-Bidang Transportasi
Salah satu produk tranportasi yang menerapkan
layanan telematika adalah Toyota. Karena menyadari semakin tingginya mobilitas
masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, membutuhkan layanan penunjang yang
mampu membantu masyarakat untuk sampai ke tujuannya dalam waktu singkat. Toyota
melihat peluang ini dengan mengembangkan disalah satu produksinya yang memiliki
layanan navigasi yang menyediakan informasi dan peta lengkap lokasi-lokasi
penting, mulai hotel, rumah sakit, hingga dealer
Trend ke depan Telematika
Seiring berkembangnya kemajuan teknologi
yang semakin pesat, mengharuskan masyarakat untuk bisa mengikuti perkembangan
teknologi yang telah ada. Mengenai trend ke depan Telematika, itu merupakan
kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikannya sebagai suatu trend
(walau sesaat) di dalam masyrakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya
harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar norma-norma
yang berlaku di masyarakat. Sehingga tidak merugikan pihak lain dan tidak
menguntungkan diri sendiri (egois). Sehingga trend ke depan telematika dapat
menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat,
baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini.
Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor,
penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi
terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi
berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan
akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan
faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin
bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps,
YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih
bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh
search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh
penggunannya. Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin
dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat
dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan
adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada
harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.
Arsitektur Telematika
Tiga elemen utama sebuah arsitektur,
masing-masing sering dianggap sebagai arsitektur, adalah:
1. Arsitektur
sistem pemrosesan, menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem
operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan
pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap. Standar merupakan
format, prosedur, dan antar muka, yang menjamin bahwa perlengkapan dan software
dari sekumpulan penyalur akan bekerja sama.
2. Arsitektur
telekomunikasi dan jaringan, menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi
perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta
dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.
3. Arsitektur
data, sejauh ini merupakan yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di
atas, dan termasuk yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan
organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta
untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam
lingkup luas.
Arsitektur Sisi Client dan Server
Beberapa model arsitektur klien-server:
-Arsitektur Mainframe
Pada arsitektur ini, terdapat sebuah
komputer pusat (host) yang memiliki sumber daya yang sangat besar, baik memori,
processor maupun media penyimpanan. Mainframe menyediakan sedikit waktu dan
sebagian memorinya untuk setiap pemakai (user), kemudian berpindah lagi kepada
pemakain lain, lalu kembali kepemakai yang pertama. Perpindahan ini tidak
dirasakan oleh pemakai, seolah-olah tidak ada apa-apa. Jenis komputer ini
memiliki suatu Central Processing Unit, Storage Device yang agak besar
(kira-kira sebesar 2 lemari pakaian) dan ditempatkan pada tempat tersendiri.
Peralatan CPU dan Storage tersebut dihubungkan dengan banyak terminal yang
terdiri dari keyboard dan monitor saja. Melalui komputer terminal, pengguna
mengakses sumber daya tersebut. Komputer terminal hanya memiliki
monitor/keyboard dan tidak memiliki CPU. Semua sumber daya yang diperlukan
terminal dilayani oleh komputer host. Model ini berkembang pada akhir tahun
1980-an.
-Arsitektur File Sharing
Pada arsitektur ini komputer server
menyediakan file-file yang tersimpan di media penyimpanan server yang dapat
diakses oleh pengguna. Arsitektur file sharing memiliki keterbatasan, terutama
jika jumlah pengakses semakin banyak serta ukuran file yang di shaing sangat
besar. Hal ini dapat mengakibatkan transfer data menjadi lambat. Model ini
populer pada tahun 1990-an.
-Arsitektur Client/Server
Karena keterbatasan sistem file sharing,
dikembangkanlah arsitektur client/server. Dengan arsitektur ini, query data ke
server dapat terlayani dengan lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file,
tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure Calls)
memegang peranan penting pada arsitektur client/server. Client server dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu model Two-tier dan Three-tier.
-Model Two-tier
Model Two-tier terdiri dari tiga
komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan
server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :
1. User
Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan
langsung oleh user.
2. Manajemen
Proses.
3. Database.
Model ini memisahkan peranan user
interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.
Pada gambar tersebut, user
interface yang merupakan bagian dari program aplikasi melayani input dari user.
Input tersebut diproses oleh Manajemen Proses dan melakukan query data ke
database (dalam bentuk perintah SQL). Pada database server juga bisa memiliki
Manajemen Proses untuk melayani query tersebut, biasanya ditulis ke dalam
bentuk Stored Procedure.
-Model Three-tier
Pada model ini disisipkan satu layer
tambahan diantara user interface tier dan database tier. Tier tersebut
dinamakan middle-tier. Middle-Tier terdiri dari bussiness logic dan rules yang
menjembatani query user dan database, sehingga program aplikasi tidak bisa
mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur
yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier. Dengan adanya server
middle-tier ini, beban database server berkurang. Jika query semakin banyak
dan/atau jumlah pengguna bertambah, maka server-server ini dapat ditambah,
tanpa merubah struktur yang sudah ada. Ada berbagai macam software yang dapat
digunakan sebagai server middle-tier. Contohnya MTS (Microsoft Transaction
Server) dan MIDAS.
Layanan Informasi, Keamanan,
Context-Aware dan Event-Base dan Layanan Perbaikan Sumber pada Telematika.
Layanan Telematika dibagi menjadi 4
bagian, yaitu :
1. Layanan Informasi
Pengertian layanan informasi adalah penyampaian
berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan
informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Informasi dapat
disajikan dalam berbagai format seperti: teks, gambar, audio, maupun video.
Beberapa contoh dari layanan informasi adalah :
a. M – Commerce
b. GPS
c. News and weather
d. Telematik Terminal
e. Jasa pelayanan internet
f. Informasi lalu lintas terbaru
2. Layanan Keamanan
Layanan keamanan adalah suatu yang
sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah
terhapus atau hilang. Sistem dari keamanan ini juga membantu untuk mengamankan
jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika
jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini adalah memberikan
peningkatan keamanan tertentu untuk jaringan serta untuk memantau dan
memberikan informasi jika sesuatu berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat
mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.
Peningkatan keamanan jaringan ini dapat
dilakukan terhadap :
a. Rahasia (privacy)
Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal
pada jaringan menyebabkan penyembunyian data yang sensitive menjadi sulit.
b. Keterpaduan data (data integrity)
Karena banyak node dan pemakai
berpotensi untuk mengakses system komputasi, resiko korupsi data adalah lebih
tinggi.
c. Keaslian (authenticity)
Hal ini sulit untuk memastikan identitas
pemakai pada system remote, akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai
keaslian seorang pemakai yang dijalankan oleh host lain.
d. Convert Channel
Jaringan menawarkan banyak kemungkinan
untuk konstruksi convert channel untuk aliran data, karena begitu banyak data
yang sedang ditransmit guna menyembunyikan pesan.
Keamanan dapat didefinisikan sebagai
berikut :
a. Integrity
Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat
diubah oleh pihak yang memiliki wewenang
b. Confidentiality
Mensyaratkan bahwa informasi (data)
hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
c. Authentication
Mensyaratkan bahwa pengirim suatu
informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas
yang didapat tidak palsu.
d. Availability
Mensyaratkan bahwa informasi tersedia
untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
e. Nonrepudiation
Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun
penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.
Serangan (gangguan) terhadap keamanan
dapat dikategorikan dalam empat kategori utama :
a. Interruption
Suatu aset dari suatu sistem diserang
sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang.
Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran
jaringan.
b. Interception
Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan
akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau
sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu
jaringan.
c. Modification
Suatu pihak yang tidak berwenang dapat
melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada
file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan
modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d. Fabrication
Suatu pihak yang tidak berwenang
menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan
palsu kepada orang lain.
3. Layanan Context – Aware – Event Base
Context Aware atau istilah lainnya
context-awareness diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994, dengan gagasan
yang menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi
terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu
yang tersimpan di dalam perangkat.
istilah context-awareness mengacu kepada
kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan
parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta
memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks
yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai
preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai
contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile
phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang
mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting.
Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang
merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang
penelitian ilmu komputer.
Tiga hal yang menjadi perhatian sistem
context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
a. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan
konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh :
pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu
(misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
b. The abstraction and understanding of
context
Pemahaman terhadap bagaimana cara
konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang
dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan
bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
c. Application behaviour based on the
recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah
bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan
konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh
kepada pengguna terhadap sistem.
Empat kategori aplikasi
context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :
1. Proximate selection
Proximate selection adalah sebuah teknik
antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek
(benda atau manusia) yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari
user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection
ini, yaitu locus dan selection, atau tempat dan pilihan.
Setidaknya, ada tiga jenis lokasi objek
yang bisa ditanamkan ke dalam aplikasi dengan menggunakan teknik ini, yaitu:
a. Perangkat input dan output yang
menyediakan penggunaan share lokasi bersama, seperti: penggunaan printer,
facsimiles, komputer, video camera, dan lain-lain.
b. Kumpulan objek-objek yang membutuhkan
suatu perangkat lunak tertentu untuk saling berinteraksi, misalnya pada
perusahaan-perusahaan yang membutuhkan penyatuan dokumen baik antar divisi
maupun dalam satu divisi ke dalam suatu database tertentu.
c. Kumpulan lokasi atau tempat yang
sering dikunjungi, seperti restoran, night club, pom bensin, mall, dan
tempat-tempat lainnya. Dengan adanya inovasi ini tentunya lebih mempermudah
user untuk mencari suatu tempat tertentu tanpa harus bergantung kepada yellow
pages directori atau bertanya kepada masyarakat sekitar.
2. Automatic Contextual Reconfiguration
Aspek terpenting dari salah satu contoh
kasus sistem context-aware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa
perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen
berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu
inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual
objects sebagai layaknya fisik suatu benda.
Contextual Reconfiguration juga bisa
diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu
komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya
untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.
3. Contextual Informations and Commands
Kegiatan manusia bisa diprediksi dari
situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di
dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan
memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and
commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan
dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.
Setiap file yang berada di dalam
directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika
seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga
akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika
user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan;
ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk
untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
4. Context-Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered
actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada
pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori
sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and
commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus
jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.
Aturan umum yang harus diisi pada form
context-triggered actions :
badge location event-type action
event-type dapat berupa kondisi :
arriving, departing, settleld-in, missing, or attention. Sebagai contoh :
coffee kitchen arriving “play –v 50
~/sounds/rooster.au”
artinya, ketika siapapun berada di dapur
dan menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.
4. Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud
adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah
orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media,
dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di
lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada
umunya.
Konsep pengembangan sumber daya manusia
di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan
pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital,
kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.
Kebutuan akan SDM dapat dilihat dari
bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :
Dilihat dari bidang ekonomi
Pengembangan telematika ditujukan untuk
peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk
barang dan jasa.
Dilihat dari bidang politik
Bagaimana telematika memberikan
kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.
Dari kedua bidang tersebut diatas
kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu :
1. Pengembangan peningkatan kapasitas
industry.
2. Pengembangan layanan publik.
3. Sasaran utama dalam upaya
pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
a) Peningkatan kinerja layanan public
yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat,
pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.
b) Literasi masyarakat di bidang
teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today
generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.
CONTOH KASUS :
Penyerangan pada website Partai Golkar (www.golkar.or.id)
Kelemahan admin
dari suatu website juga terjadi pada penyerangan terhadap website
http://www.golkar.or.id milik Partai Golkar. Serangan terjadi hingga 1577 kali
melalui jalan yang sama tanpa adanya upaya menutup celah tersebut disamping
kemampuan Hacker yang lebih tinggi, dalam hal ini teknik yang digunakan oleh
Hacker adalah PHP Injection dan mengganti tampilan muka website dengan gambar
wanita sexy serta gorilla putih sedang tersenyum.
Teknik lain
adalah yang memanfaatkan celah sistem keamanan server alias hole Cross Server
Scripting (XXS) yang ada pada suatu situs. XXS adalah kelemahan aplikasi di
server yang memungkinkan user atau pengguna menyisipkan baris-baris perintah
lainnya. Biasanya perintah yang disisipkan adalah Javascript sebagai jebakan,
sehingga pembuat hole bisa mendapatkan informasi data pengunjung lain yang
berinteraksi di situs tersebut. Makin terkenal sebuah website yang mereka
deface, makin tinggi rasa kebanggaan yang didapat. Teknik ini pulalah yang
menjadi andalan saat terjadi cyberwar antara hacker Indonesia dan hacker
Malaysia, yakni perang di dunia maya yang identik dengan perusakan website
pihak lawan. Menurut Deris Setiawan, terjadinya serangan ataupun penyusupan ke
suatu jaringan komputer biasanya disebabkan karena administrator (orang yang
mengurus jaringan) seringkali terlambat melakukan patching security (instalasi
program perbaikan yang berkaitan dengan keamanan suatu sistem). Hal ini mungkin
saja disebabkan karena banyaknya komputer atau server yang harus ditanganinya.
Tanggapan & ulasan :
Dengan demikian
maka terlihat bahwa kejahatan ini tidak mengenal batas wilayah (borderless)
serta waktu kejadian karena korban dan pelaku sering berada di negara yang
berbeda. Semua aksi itu dapat dilakukan hanya dari depan komputer yang memiliki
akses Internet tanpa takut diketahui oleh orang lain/ saksi mata, sehingga
kejahatan ini termasuk dalam Transnational Crime/ kejahatan antar negara yang
pengungkapannya sering melibatkan penegak hukum lebih dari satu negara.
Mencermati hal
tersebut dapatlah disepakati bahwa kejahatan IT/ Cybercrime memiliki karakter
yang berbeda dengan tindak pidana umum baik dari segi pelaku, korban, modus
operandi dan tempat kejadian perkara sehingga butuh penanganan dan pengaturan
khusus di luar KUHP. Perkembangan teknologi informasi yang demikian pesatnya
haruslah di antisipasi dengan hukum yang mengaturnya dimana kepolisian
merupakan lembaga aparat penegak hukum yang memegang peranan penting didalam
penegakan hukum, sebab tanpa adanya hukum yang mengatur dan lembaga yang
menegakkan maka dapat menimbulkan kekacauan didalam perkembangannya. Dampak
negatif tersebut menimbulkan suatu kejahatan yang dikenal dengan nama
“CYBERCRIME” yang tentunya harus diantisipasi dan ditanggulangi. Dalam hal ini
Polri sebagai aparat penegak hukum telah menyiapkan unit khusus untuk menangani
kejahatan cyber ini yaitu UNIT V IT/CYBERCRIME Direktorat II Ekonomi Khusus
Bareskrim Polri.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.academia.edu/208360/Kejahatan_Telematika_sebagai_Kejahatan_Transnasional
http://heranapit.blogspot.com/2011/03/8-contoh-kasus-cyber-crime-modus-dan.html
http://fogigof.blogspot.com/2013/12/contoh-kasus-telematika.html
http://klikbekasi.co/topik/kasus-telematika/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar