Rabu, 28 September 2016

Teknologi Telekomunikasi



Telegraph
Telegraf merupakan sebuah mesin/alat yang menggunakan teknologi telegrafi untuk mengirim dan menerima pesan dari jarak jauh. Kata telegraf yang sering didengar saat ini, secara umum merupakan telegraf elektrik. Telegraf ditemukan oleh seorang warga AS bernama Samuel F.B Morse bersama dengan asistennya Alexander Bain.

Telegraf pertama kali ditemukan oleh Samuel finley Breese morse, seorang peneliti Amerika pada tahun 1837 dan di Inggris pada tahun yang sama oleh  seorang fisikawan Sir Charles Wheatstone yang bekerja sama dengan seorang  insinyur Inggris Sir William F. Cookie. Telegraf kemudian menjadi alat komunikasi kasi yang penting pada pertengahan tahun 1800-an sampai dengan pertengahan tahun 1900-an.Morse menggunakan kode-kode sederhana untuk mewakili pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan meggunakan pulsa listrik melalui kabel tunggal.

 Pada saat melakukan percobaan menggunakan peralatan yang dimilikinya, Morse menemukan bahwa sinyal-sinyal hanya dapat dikirimkan dengan baik  dalam jarak 32 km.Untuk jarak yang lebih jauh , sinyal-sinyal yang diterima menjadi terlalu lemah untuk direkam.Km dari stasiun sinyal.Relai tersebut berfungsi untuk mengulangi sinyal yang diterima dan mengirimkannya kembali ke 32 km berikutnya.Relai terdiri dari sakelar yang dioperasikan secara elektromagnetik.
Sistem telegraf kemudian segera digunakan untuk bisnis yang membutuh-kan pengiriman pesan secara cepat untuk jarak yang jauh,seperti surat kabar dan pesan untuk perjalanan kereta api. Telegraf memungkinkan perusahaan-perusahaan menjalankan bisnis secara global untuk pertama kali.
Sebuah ruangan telegraf kemudian dibangun di United States Capitol pada tahun 1844. Telegraf kabel bawah pertama kali dibangun di bawah laut samudra atlantik pada tahun 1858 dan pelayanan reguler transatlantik dimulai pada tahun 1866. 

(HF 0606094365) Pesan pada telegraf dikirimkan oleh operator telegraf (telegrapher) menggunakan kode morse yang dikenal dengan nama “telegram” atau “kabelgram”, dan sering disingkat dengan pesan kabel atau kawat. Sebelum telepon jarak jauh (interlokal) diperkenalkan dan digunakan, telegram ini sangat terkenal pemakaiannya. Telegram biasanya digunakan untuk keperluan bisnis, dan tidak sama dengan email. Telegram sering digunakan untuk pengiriman dokumen resmi dalam perjanjian bisnis.





FAKSIMILI
Dari kata Inggris facsimile, adalah alat telekomunikasi, sejenis telegrafi, yang memiliki ke­mampuan untuk mengirim dan menerima gambar atau tulisan melalui kabel atau gelombang radio. Gambar atau tulisan dibaca dan diubah menjadi sinyal-sinyal listrik oleh faksimili pengirim, lalu dikirim ke faksi- mili penerima yang menghasilkan salinannya.
Faksimili digunakan untuk mengirim surat-surat be harga secara cepat dari satu tempat ke tempat lain. Alat ini juga digunakan untuk mengirim peta dan di; ,ram cuaca, surat kabar, foto sinar-X, dokumen keuangan, foto identitas, telegram, dan lain-lain. Da­pat dikatakan bahwa faksimili adalah mesin fotoko­pi yang hasil salinannya berada di kota lain. Selain dikenal dengan singkatannya fax, faksimili juga disebut telecopier (fotokopi jarak jauh).

Cara Kerja.
Pada faksimili pengirim, dokumen atau gambar asli dimasukkan ke dalam tabung silinder yang berputar dengan kecepatan 90 sampai 360 putaran per menit dengan gerakan dari kanan ke kiri sejauh’0,02 sentimeter tiap satu putaran.
Sorotan berkas cahaya ditembakkan menuju gam­bar dalam tabung. Berkas ini menyusuri gambar titik demi titik dalam urutan garis demi garis dan kemu­dian memantul melalui lensa menuju sel fotolistrik. Sel ini mengubah pantulan cahaya yang berubah-ubah intensitasnya itu menjadi arus listrik yang berubah- ubah besarnya. Arus ini merupakan isyarat listrik yang oleh pesawat pengirim dikirim lewat kabel atau diubah dulu menjadi isyarat gelombang radio untuk dikirim lewat radio ke pesawat faksimili penerima. Dalam fak­simili penerima arus listrik yang diterima lewat kabel atau hasil ubahan dari isyarat radio diubah lebih lan­jut menjadi berkas cahaya dan melalui lensa, cahaya ditembakkan ke tabung silinder yang berputar sama cepatnya dengan tabung pada faksimili pengirim.

Ketika tembakan sinar elektron membentur bagian yang terang dari gambar asli, elektron yang dipantul­kan menuju sel fotoelektrik lebih banyak, sehingga sel fotoelektrik mengirim arus listrik lebih kuat. Ke­tika tembakan elektron mengenai bagian gambar yang gelap, sel fotoelektrik menghasilkan arus listrik lemah. Pada faksimili penerima, arus listrik yang kuat akan membentuk bintik terang di atas kertas peka cahaya dan menghasilkan gambar duplikat.
Untuk menghasilkan peta cuaca atau tulisan di fak­simili penerima, sorotan cahaya bergerak menjejaki 38 garis melalui kertas yang panjangnya satu sentime­ter. Gerakan dengan kecepatan yang sama juga dila­kukan untuk membaca pesan di faksimili pengirim. Untuk mereproduksi gambar atau foto, digunakan 200 susuran garis cahaya untuk setiap satu sentimeter.

Sistem kerja faksimili yang sederhana dipatenkan pertama kali oleh seorang pembuat jam dari Skotlan- dia, Alexander Bain, pada tahun 1843. Tetapi mesin penemuannya hanya dapat mengirimkan ilustrasi pa­da jarak dekat. Penduduk Paris, Ludovic d’Arlin- court, pada tahun 1869 mendapatkan paten faksimili di Inggris ketika ia menemukan sinkronisasi putaran tabung faksimili pengirim dan penerima dengan meng­gunakan garpu tala. Tahun 1902 ahli fisika Jerman, Arthur Korn, pertama kali mengembangkan sistem untuk mengirim foto dengan menggunakan sel foto- elektrik selen. Arthur memulai usaha komersial di ‘Jer­man pada tahun 1907, dan mengembangkannya ke berbagai negara.
Mula-mula ukuran mesin faksimili sangat besar, kira-kira sebesar lemari es, dan mesin itu digunakan untuk pengiriman dan penerimaan gambar melalui hu­bungan radio. Dalam perkembangan selanjutnya, ukuran mesin semakin kecil dan praktis—kini sebe­sar mesin ketik portable—dan transmisi dilakukan me­lalui jaringan telepon. Sekarang ada pula mesin fak­simili yang perakitannya digabungkan dengan pesa­wat telepon. Perkembangan terbaru dalam teknologi faksimili ialah pembuatan mesin faksimili yang da­pat mengirimkan gambar berwarna, sedangkan sebe­lumnya hanya hitam putih. Mesin mutakhir ini per­tama kali dibuat oleh perusahaan kamera dan elek­tronik Ricoh di Jepang, dan diperkenalkan pada bu­lan Januari 1988.
Faksimili pertama kali digunakan di Amerika Se­rikat pada tahun 1924, ketika gambar dan berita di­kirim dari Clevelend ke koran New York Times. Pe­rusahaan Telepon dan Telegram Amerika mulai meng­gunakan faksimili pada tahun 1925. Pada tahun 1954, International News Service mulai mengirim gambar dan berita melalui faksimili. Di Indonesia, mesin faksimili mulai diperkenalkan pada akhir tahun 1970-an, tetapi baru menjadi populer sejak pertengah­an tahun 1980-an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar