Raja
Pengertian raja’
secara bahasa, berasal dari bahasa arab, yaitu “rojaun” yang berarti harapan
atau berharap. Raja’ adalah perasaan hati yang senang karena menanti sesuatu
yang diinginkan dan disenangi. Secara terminologi, raja’ diartikan sebagai
suatu sikap mental optimis dalam memperoleh karunia dan nikmat Ilahi yang
disediakan bagi hamba-hambaNya yang shaleh.
Imam Qusyairy
memberikan pengertian raja’ sebagai keterpautan hati kepada sesuatu yang
diinginkannya terjadi di masa yang akan datang. Sebagaimana halnya khauf
berkaitan dengan apa yang akan terjadi di masa datang.
Raja’ termasuk
akhlakul karimah terhadap Allah SWT, yang manfaatnya dapat mempertebal iman dan
mendekatkan diri kapada Allah SWT. Muslim yang mengharapkan ampunan Allah,
berarti ia mengakui bahwa Allah itu maha Pengampun. Muslim yang mengharapkan
agar Allah melimpahkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, berarti ia meyakini
bahwa Allah itu maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Sultan
Sultan (bahasa
Arab: سلطان, sulthaanun, wanita: Sultanah) merupakan istilah dalam bahasa Arab
yang berarti "raja", "penguasa", "keterangan"
atau "dalil". Sultan kemudian dijadikan sebutan untuk seorang raja
atau pemimpin Muslim, yang memiliki suatu wilayah kedaulatan penuh yang disebut
Kesultanan (bahasa Arab: سلطنة, sulthanatun). Dalam bahasa Ibrani, shilton atau
shaltan (bahasa Ibrani: שלטן) berarti "wilayah kekuasaan" atau
"rezim".
Sultan berbeda
dengan Khalifah yang dianggap sebagai pemimpin untuk keseluruhan umat Islam.
Gelar Sultan biasanya dipakai sebagai pemimpin kaum Muslimin untuk bangsa atau
daerah kekuasaan tertentu saja, atau sebagai raja bawahan atau gubernur bagi
Khalifah atas suatu wilayah tertentu. Namun dalam sejarah Islam pernah terjadi
dinasti Sultan Turki berhasil mengalahkan penguasa kekhalifahan Abassiyah,
sehingga Kesultanan Turki Utsmaniyyah dianggap sebagai kekhalifahan terakhir
Dunia Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar